Pada era layar datar dan sentuh sekarang ini, banyak permainan-permainan tradisional yang tergeser dengan permainan moderen. Tidak banyak lagi kita temukan anak-anak yang berkumpul untuk memainkan permainan tradisional. Anak-anak lebih memilih jenis permainan moderen yang bersifat instan dan digital. Games Online adalah salah satu contohnya. ditambah lagi koleksi gadget yang dijual di pasaran dengan aneka permainan dan penggunaan praktis membuat anak semakin menyukainya.

Ada banyak jenis permainan tradisional anak Indonesia yang lambat laun sudah jarang dimainkan. Jenis-jenis permainan tradisional tersebut memiliki manfaat masing-masing untuk membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. berikut 10 ulasan permainan tradisional yang mulai di tinggalkan di era moderen.

  1. Congklak, jenis permainan tradisional yPermainan anakang menggunakan papan lengkung berbentuk sampan. Papan congklak terbuat dari kayu, adapula yang terbuat dari plastik. Ukuran panjang papan bervariatif. Tiap papan congklak terdapat 16 lubang yang terdiri dari 14 lubang kecil dan 2 lubang besar. 14 lubang kecil bersusun berbanjar . Masing-masing banjarnya terdapat 7 lubang yang saling berhadapan. 2 lubang besar terdapat pada ujung kiri dan kanan papan congklak. Permainan ini hanya bisa dimainkan oleh dua orang. Masing-masing mempunyai satu kuasa atas satu banjar (7 lubang kecil) dan satu lubang besar. Tiap-tiap lubang kecil diisi dengan biji congklak. Biji congklak biasanya menggunakan cangkang kerang, biji-bijian, dan terkadang bisa juga menggunakan kerikil-kerikil kecil. Manfaatnya : Permainan tradisional congklak akan melatih otak kiri anak untuk berpikir. Permainan congklak melatih strategi mengumpulkan angka terbanyak agar bisa mengalahkan lawan. Sepertinya sederhana, namun ketika dimainkan, otak kiri anak akan aktif dengan perhitungan numerik.
  2. Engklek, sejenis permainan tradisional yang banyak dimainkan oleh anak perempuan. permainan anakMeskipun kadangkala anak pria ikut juga memainkannya. Permainan ini dilakukan dengan cara membuat pola permainan pada tanah. Polanya beragam dengan bentuk aneka kotak-kotak. Tidak ada jumlah yang pasti untuk menentukan jumlah pemain. Namun minimal dimainkan oleh dua orang anak. Setiap pemain harus memiliki satu buah batu datar yang disebut dengan ucak. Batu datar yang digunakan beragam, bisa batu-batu bisa pula batu sisa-sisa pecahan lantai keramik. Masing-masing ucak diletakkan pada kotak yang ditentukan sebagai titik henti pertama (start). Manfaatnya : Permainan englek sangat bagus untuk gerak fisik anak. Permainan ini mendukung pertumbuhan anak terutama kecerdasan kinetiknya. Anak yang melompat dengan satu kaki pada permainan engklek akan berusaha menyeimbangkan tubuhnya dengan satu kaki. Lompatan yang dilakakukan baik bagi proses metabolism tubuh anak dan juga dapat membantu untuk membakar kalori tubuhnya. Selain itu, anak akan belajar lebih percaya diri karena saat giliran anak bermain, ia akan tampil menunjukkan kebolehannya dalam melompat lompat di depan lawannya. 
  3. Petak Umpet.permainan anak Siapa yang tidak tahu permainan petak umpet. Tidak hanya Indonesia yang memainkan permainan ini. Tapi banyak negara yang juga memainkan permainan yang serupa meski dengan nama yang berbeda. Permainan ini minimal dimainkan oleh 2 anak, namun semakin banyak yang ikut bermain tentu akan semakin seru. Permainan diawali dengan menentukan gawang jaga. Salah satu dari pemain diminta menutup mata dan menghitung 1-10. Saat ia menghitung 1 sampai 10, pemain yang lain berlari dan bersembunyi. Setelah hitungan selesai, penjaga gawang akan membuka mata dan mencari lawan bermainnya yang bersembunyi. Bila ia menemukannya, maka lawan dianggap kalah dan berganti menjaga gawang. Tapi bila si penjaga gawang menyerah dan tidak menemukan lawannya yang bersembunyi, maka si penjaga gawang dianggap kalah dan harus menjaga gawang lagi untuk memulai permainan kembali. Manfaatnya : Permainan ini memiliki manfaat yang sangat baik untuk melatih motorik anak. Membuat anak menjadi aktif bergerak dan juga aktif berpikir. Saat bermain, anak diharuskan mencari tempat persembunyian lawannya, itu berarti dapat mengasah daya pikir anak dan juga memupuk keinginan serta kegigihan anak untuk terus mencari tahu. Bagi anak yang diharuskan bersembunyai, permainan ini selain bermanfaat bagi motoriknya, juga merangsang daya pikir anak untuk mencari tempat persembunyian yang aman untuk dirinya.
  4. Galah asin (cakbur).permainan anak Permainan galah asin atau cakbur adalah permainan tradisional yang terdiri dari tim. Masing-masing tim terdiri dari 3-5 orang. Semakin banyak jumlah anak dalam tim, semakin seru permainan ini dilakukuan. Masing-masing tim memiliki satu orang komando. Cara bermainnya adalah membuat garis sesuai jumlah anak dalam tim. Bila satu tim terdiri atas 5 orang, maka garispun harus dibuat sebanyak 5 pula. Masing-masing garis dijaga oleh satu orang anak. Komando akan berdiri pada garis pertama lalu disusul oleh anak-anaknya pada garis-garis lainnya. Tim lawan harus melewati tiap garis yang dijaga ketat. Tubuh anak dalam tim lawan tidak boleh tersentuh oleh tim penjaga garis. Manfaatnya :Galah asin atau cakbur memiliki manfaat yang sangat baik untuk kecerdasan emosional anak. Di permainan ini, anak-anak akan berlatih menjadi seorang pemimpin yang memberi pengaruh pada anggota-anggotanya. Instruksi yang diberikannya adalah strategi yang ia buat untuk membawa timnya pada kemenangan. Pola kerjasama juga terlatih untuk permainan ini. Bila kerjasama antara komando dan anggota tidak terjalin baik, maka kemenangan akan sulit diraih.
  5. Gebok. permainan anakpermainan tradisional yang sangat seru untuk dimainkan. Sebelum kemajuan teknologi berkembang pesat, permainan gebok selalu menjadi idola anak-anak. Permainan ini bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Proses permainan ini dimulai dengan membagi kelompok menjadi dua bagian. Masing-masing kelompok atau tim terdiri atas 5-7 anggota. Sebenarnya tidak ada petunjuk pasti mengenai jumlah pemain. Namun seringnya permainan ini dimainkan oleh 5-7 anggota pada masing-masing timnya. Manfaatnya : Selain bermanfaat untuk mengembangkan kecerdasan emosional dan perkembangan kinestetik anak, permainan ini juga dapat melatih sportivitas anak. Nilai sportivitas yang sudah ditanamkan dalam diri anak sejak dini tentulah akan sangat bermanfaat bagi kehidupannya nanti.
  6. Balap karung,Balap karung Nah, meskipun sesekali permainan tradisional ini masih sering kita saksikan ketika acara perayaan 17 Agustus. Balap karung sejenis permainan yang sering dijadikan perlombaan. Teknis permainannya adalah seorang anak akan memasukkan kaki hingga batas perutnya ke dalam karung. Lalu dengan kaki yang terbungkus karung, anak diminta berlari atau melompat seperti pocong hingga mencapai garis finish. Yang tercepat mencapai garis finish dinyatakan sebagai pemenang. Manfaatnya : Karena sifatnya berlari dan melompat maka permainan ini akan memberi manfaat untuk perkembangan kinestetik anak dalam pergerakannya. Semakin ia lincah, semakin mudah ia memenangkan permainan ini. Permainan ini juga mampu mengasah ketangkasan, keseimbangan, dan koordinasi otot-otot tubuh dan kaki anak, serta menumbuhkan sportivitas dan semangat untuk berkompetisi dalam suasana yang riang dan menyenangkan sesuai dunia anak.
  7. Terompa panjang.Terompa panjang Terompa panjang adalah sejenis permainan yang menggunakan sandal kayu yang sengaja dibuat memanjang. Terompa atau sandal panjangl tersebut bisa digunakan oleh 5-10 orang anak sekaligus. Terompa baru bisa dijalankan apabila semua anak yang menggunakannya serentak melangkahkan kakinya bersamaan. Manfaatnya : Manfaat permaian ini adalah untuk melatih kemampuan berpikir anak dalam menerima instruksi, bekerjasama dan menjaga kekompakan. Karena permainan ini terbuat dari bahan alam yaitu kayu, maka permainan ini bisa mengembangkan kecerdasan natural anak sehingga anak akan menyatu dengan alam.
  8. Benteng. BentengPermainan ini dimainkan oleh 4-8 orang anak yang dibagi dalam dua tim. Sebelumnya harus ditentukan satu benteng yang berupa pilar atau tiang. Dua tim saling menyerang dengan bantuan lemparan bola. Tim yang tidak pernah terkena lemparan bola dan berhasil menyentuh badan benteng maka tim itulah yang dijadikan pemenang. Manfaatnya : Permainan ini sangat mengandalkan gerak tubuh yang lincah. Memainkan permainan ini sama halnya dengan berolahraga yang baik untuk kesehatan tubuh anak.
  9. Layang-Layang Layang-LayangPermainan ini dilakukan dengan cara menerbangkan laying-layang. Pemian akan saling berpacu menerbangkan layang-layangnya di udara. Layang-layang siapa yang terbang paling tinggi dan bertahan lama di udara akan dijadikan pemenang. Manfaatnya :  Manfaat permainan ini untuk melatih kesabaran anak. Menerbangkan layang-layang bukan suatu hal yang mudah. Anak harus dituntut sabar mencari arah angin yang tepat untuk menerbangkan laying-layangnya dan menggerak-gerakkan tali layang-layang dengan gerakan yang tepat agar tali layang-layang tidak terputus.
  10. Lompat tali, Lompat talipermainan yang menyerupai tali yang disusun dari karet gelang, ini merupakan permainan yang terbilang sangat populer sekitar tahun 70-an sampai 80-an, menjadi favorit saat “keluar main” di sekolah dan setelah mandi sore di rumah. Sederhana tapi bermanfaat, bisa dijadikan sarana bermain sekaligus olahraga. Tali yang digunakan terbuat dari jalinan karet gelang yang banyak terdapat di sekitar kita. Manfaatnya :  Tentu saja bermanfaat bagi kesehatan, karena saat bermain, anak akan diminta untuk melompat lompat sehingga akan menambah sehat dengan cara menyenangkan dapat disebut juga melatih motorik kasar anak fisik kuat dan sehat, serta akan mencerdaskan kinestetik anak. Lompat tali juga akan menjadi media anak untuk bersosialisasi dengan teman-teman sepermainannya. Secara tidak sadar anak akan terlatih cara memposisikan diri diantara teman-temannya dan tentu saja hal ini juga akan menjadi media untuk melatih sportifitas anak.

Demikian artikel tentang 10 Permainan Tradisional yang Banyak Manfaatnya dan Sudah Jarang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca setia. Terimakasih.