Sikap disiplin merupakan sikap yang terbentuk melalui serangkaian proses yang mencerminkan ketaatan, kesetiaan, kepatuhan, keteraturan, dan ketertiban. Sikap yang diinginkan oleh setiap orang tua agar dapat terbentuk pada kepribadian atau karakter anaknya, sehingga menjadi anak yang disiplin, patuh, taat dan tertib.

Untuk membentuk sikap disiplin pada anak, perlu adanya serangkaian proses sejak dini. Menanamkan sikap disiplin sejak dini pada anak terkadang menjadi problem tersendiri bagi orang tua. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai cara menanamkan sikap disiplin pada anak.

Menanamkan sikap disiplin pada anak dapat dilakukan dengan berbagai media dan cara, berikut ini beberapa cara yang dapat anda terapkan atau praktekan untuk menanamkan sikap tersebut.

Ingatkan selalu peraturan pada anak.

Aspek disiplin salah satunya adalah pemahaman yang mendalam dan baik mengenai suatu sistem aturan, tingkah laku, kriteria, dan norma. Memahami aturan dengan kata lain mengetahui resikonya. Selalu ingatkan aturan kepada anak serta penjelasan yang dapat dipahami oleh anak. Karena sekedar mengatur tanpa menjelaskan resikonya justru dapat membangun sikap memberontak. Dalam menyampaikan aturan-aturan serta resiko tersebut perlu adanya ketegasan atau penekanan intonasi sewajarnya (bukan marah).

Pemahaman orang tua tentang kemampuan berkomunikasi anak akan sangat diperlukan dalam penyampaian aturan untuk membantun kedisiplinan ini. Semisal pada usia 2 sampai 3 tahun, bentuk aturan dapat hanya disampaikan dengan ketegasan serta tindakan orang tua untuk menjauhkan anak dari larangan  tersebut. Semisal menjauhkan benda berbahaya seperti pisau gunting dan lainnya sambil memberikan penekanan bahwa ini adalah benda yang dapat membahayakan anak.Namun pada usia anak yang sudah dapat berkomunikasi baik, Anda perlu membuat suatu kesepakatan tentang aturan-aturan yang diperlukan dengan anak. Termasuk sanksi atau hukuman bila melanggar. Sehingga anak akan memahami aturan dan resiko bila melanggarnya.

Orang tua harus Konsisten.

Aturan-aturan yang sudah disepakati serta pemberian sanksi atau hukuman harus terus berlaku, hindari mengganti hukuman ataupun membiarkan sekali saja saat anak melanggar. Karena ini akan memberikan kelonggaran yang suatu saat anak akan menulangi perbuatannya lagi. Komunikasikan pada anak bila dirasa perlu untuk aturan-aturan tambahan menyesuaikan dengan pertumbuhan umur anak.

Berilah contoh.

Kecinderungan anak untuk meniru perlu orang tua perhatikan. Karena anak belajar dari lingkungan sekitar termasuk dari orang tua. Sehingga baik bila orangtua dapat mengontrol kegiatan dan prilaku terutama saat berhadapan dengan anak. Jika terjadi perselisihan atau perbedaan pendapat antara kedua orangtua usahakan untuk menyelesaikan perdebatan tersebut tidak di depan anak, Sehingga anak tidak salah menangkap bahwa menyelesaikan suatu permasalahan dengan pertengkaran.

Berikan permainan yang dapat membantu perkembangan sikap anak.

Pembentukan sikap disiplin juga dapat di bantu melalui media mainan. Pilihlah mainan mainan yang memiliki aturan dalam memainkannya semisal Monopoli, mainan mengurutkan, mainan mengelompokkan. Dalam permainan mengelompokkan anak dituntut untuk selalu mengelompokkan warna yang sama atau bentuk yang sama sebagai contohnya. Sehingga akan terbentuk sikap terbiasa dengan peraturan dan terbiasa mematuhi aturan tersebut tanpa beban.

Menanamkan sikap disiplin melalui kegiatan.

Ajak atau dorong anak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat membentuk sikap kedisiplinannya. Semisal berkemah atau outbound. Saat berkemah atau outbound anak akan terlatih untuk disiplin, mandiri, memecahkan masalah, bersosialisasi dan banyak lagi.

Demikian artikel tentang Cara Menanamkan Sikap Disiplin pada Anak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca setia. Terimakasih.