Berilah pendidikan sejak dini kepada anak anda. Kalimat itu mungkin sering anda dengar ataupun baca dari berbagai media. Memang dirasa sangat penting memberikan pendidikan kepada anak sejak dini, Namun pendidikan seperti apa? Dan sejak umur berapa? Pertanyaan itu mungkin pernah menghampiri Anda. Artikel kali ini dapat menjadi salah satu refrensi Anda untuk memberikan pendidikan kepada anak sejak dini, dalam bahasan kali ini pendidikan / mengajarkan “berbagi” kepada anak.

Bila Anda memiliki anak yang berumur sekitar tiga tahun, tak ada salahnya mengajarkannya untuk berbagi. Kenapa 3 tahun? Karena saat berumur 3 tahun anak mulai aktif bersosial dan kemampuan berkomunikasinya telah cukup baik sehingga ia dapat memahami perkataan dari orang tua. Kenapa “berbagi” ? Sifat berbagi pada anak pada umumnya perlu di bentuk, tidak muncul secara alami. Malahan sebaliknya, anak akan menganggap barang yang menarik di sekitarnya adalah miliknya. Maka jangan heran bila anak berebut mainan walaupun itu bukan miliknya.

Oleh sebab itu, perlu rasanya menanamkan sifat berbagi sejak dini kepada anak. Bagaimana caranya? Berikut ini beberapa cara yang dapat anda praktekkan kepada anak anda.

  1. Berilah contoh, kecenderungan anak untuk meniru dapat anda arahkan dengan memberikan contoh yang baik. Perlu ditekankan, jangan memaksa anak anda memberikan barang yang sedang ia pertahankan. Karena hal ini justru akan memberikan penilaian negatif kepada anak, sebaiknya Anda memberikan pengertian dan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga nantinya anak akan terbiasa dan menirunya.
  2. Bersikap netral, ketika melihat anak berebut mainan dengan teman/keluarga/saudara perlu di ingat bahwa tugas anda bukanlah untuk menghakimi kepemilikan mainan tersebut, Namun lebih mengarah kepada pengertian sehingga kedua pihak baik anak anda maupun temannya tidak tersakiti atau tidak salah paham. Kecenderungan anak mendengar, melihat, dan meniru perlu anda perhatikan, sifat sensitifitas anak pada hal-hal lisan yang mungkin bukan maksud anda demikian namun dipahami oleh anak dengan cara berbeda. Semisal ketika kaka dan adik berebut barang, Anda meminta kakak untuk mengalah dan memberikan barang tersebut kepada adiknya. Seringkali sang kaka akan melabel atau memilki penilaian bahwa Anda “lebih sayang kepada adik”. Inilah yang perlu kita hindari.
  3. Mengajarkan rasa menghargai, hal ini penting agar anak tidak egois, merasa menang sendiri. Untuk mengajarkan rasa menghargai ini lebih baik diawali dari dalam keluarga. Semisal contohnya sama saat kaka dan adik berebut mainan, Anda perlu memberikan pengertian kepada kakak bahwa seorang kakak harus melindungi adiknya dan mau berbagi. Sedangkan kepada sang adik, anda perlu memberikan pengertian jika adik ingin mainan kakak, ia harus meminta ijin meminjam kepada kakaknya. Hal ini juga bisa anda terapkan untuk berbagi makanan.
  4. Mengajarkan berbagi melalui permainan, banyak mainan-mainan edukasi dan mendidik yang dapat anda manfaatkan untuk mengajarkan rasa berbagi kepada anak anda. Carilah mainan-mainan peran misalnya, dokter-dokteran, masak-masakan, atau lainnya yang dapat dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Dampingi anak-anak, berikan pengertian tentang bermain peran dan berbagi peran. Semisal adik menjadi supir yang mengendarai mobil, dan kakak menjadi bengkel yang siap membongkar pasang mobil rakitan. Ataupun dengan cara lainnya. Sesuaikan dengan imajinasi serta informasi yang telah anak dapatkan.

Demikian artikel tentang Cara Mengajarkan Berbagi kepada Anak semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca setia. terimakasih