Teringat masa kecil dahulu ? Saat bermain membuat kincir angin dari tangkai daun yang mirip jari-jari, membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk bali, cincin dari biji salak, dan sebagainya. Semua proses pembuatan mainan ini begitu menantang dan menyenangkan. Biasanya aneka permainan tradisional diatas dibuat bersama teman teman dan dimainkan bersama. Tentu saja ini secara tidak langsung kita belajar bersosial sambil bermain.

Namun di era sekarang, Anak-anak cinderung femiliar dengan gadget. Aneka games bisa diperoleh dari 1 gadget. Tapi, jangan berkecil hati, Anda bisa mengajak anak lebih kreatif dengan berbagai permainan kreatif. Pada dasarnya orangtualah yang memegang peran penting untuk memberikan stimulasi melalui mainan yang dapat mendidik. Tidak harus mahal, mainan dari kayu, kertas serta benda-benda disekitar kita bisa membuat anak Anda lebih kreatif. Nah, salah satu contoh mainan yang sudah diakui di dunia yang mampu merangsang otak kanan anak dan meningkatkan daya imajinasinya yaitu mainan LEGO.

LEGO merupakan perangkat mainan yang terbuat dari balok-balok atau plastik-plastik. Balok-balok lego bisa disusun dan dibentuk menjadi berbagai model benda apa saja. Permainan ini tidak memandang jenis kelamin dan usia. Plus dari permainan ini adalah bentuknya yang unik dan warna-warna yang cerah. Contoh mainannya (LEGO GOLD KIDS 170 PCS & Lego Brick 103 Pcs).  Mainan ini bisa mengasah kemampuan kreatif dan imajinasi seseorang. Mereka bisa membangun berbagai bentuk benda atau bangunan dari tumpukan-tumpukan lego. Belajar menjadi arsitek melalui rangkaian-rangkaian balok.

Daya imajinasi bisa dituangkan melalui lego. Permainan ini juga bisa memotivasi anak untuk mengembangkan bakatnya sebagai seorang “arsitektur cilik”. Ia bisa membangun dan membuat apa saja sesuai dengan khayalannya.

Selain mengasah kemampuan berimajinasi serta mempertajam kreativitas, lego juga bisa dijadikan sarana untuk bisa lebih bersabar dan teliti. Menyusun balok-balok lego hingga menjadi bentuk tertentu memerlukan kesabaran dan kejelian. Jika tidak, balok yang disusun tidak akan menjadi satu bentuk yang utuh dan indah. Penyatuan komposisi warna yang terdapat pada permainan ini juga bisa menunjukkan selera anak terhadap suatu benda atau karya.

Menyusun lego memang terlihat sederhana, hanya menempel-nempelkan atau menggabung-gabungkan balok sehingga menjadi satu bentuk baru yang menarik. Tapi, dibalik itu semua lego ternyata sebuah permainan matematika yang cukup rumit. Ketika akan membuat bangunan dari lego, secara otomatis anak akan mengelompokkan balok-balok yang berbeda bentuk serta menghitungnya. Menambahkan dan mengurangkan jika ada lego yang tidak terpakai atau dibutuhkan.

Permainan ini juga cocok untuk sarana pembelajaran anak terhadap lingkungan sekitarnya. Anak diajarkan bagaimana bersosialisai, karena permainan ini akan lebih seru jika dimainkan secara bersama-sama.