Masalah hiperaktif pada anak dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya keturunan. sebagian besar anak yang menderita hiperaktif mempunyai minimal 1 dari anggota keluargganya yang saat kecil juga mengalami masalah yang sama. Penyebab lain yakini kesehatan ibu yang pada saat mereka hamil mengalami gangguan semisal alergi dan strees, masalah komplikasi saat proses melahirkan dan lainnya.

Biasanya anak yang mengalami hiperaktif akan terlihat saat memasuki usia 4 tahun, kebanyakan dari mereka cinderung tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan benar-benar selesai. pandangan cepat teralih dari satu mainan anak ke mainan lainnya, selain itu juga perkembangan motorik dan bahasan mereka mengalami kelambatan. Mudah terangsang, dan perhatian mudah sekali teralihkan, cepat marah, serta tidak bisa mengontrol diri dengan kata lain suasana hati dapat dikatakan labil. Gejala yang terlihat dari tingkah laku anak hiperaktif seringkali mereka tidak bisa mengontrol gerakan, tidak bisa duduk dengan tenang dan kebanyakan mereka menggoyang-goyang kaki atau merosot jatuh dari tempat duduk. mereka tidak mengenal lelah dan energinya  justru semakin kuat. bila lelah biasanya mereka hanya akan minum dan kemudian kembali beraktifitas.

Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi anak yang hiperaktif.

  1. Bila prilaku anak seperti gejala di atas, alangkah baiknya bila orang tua memeriksakan anak untuk memastikan apakah anak tergolong dalam anak Hiperaktif.
  2. peran orang tua dalam menghadapi anak hiperaktif sangat utama, orang tua sebaiknya memberikan waktu lebih dengan anak untuk dapat mengontrol aktivitas dengan mengarahkan serta melatih konsentrasi, semisal dengan menyusun puzzle hingga selesai, atau mewarnai gambar hingga tuntas, ataupun dengan mainan edukatif lainnya.
  3. berikan anak hiperaktif kesibukan yang dapat melatih disiplin, fokus dan dapat meningkatkan kemampuan atau keterampilan sosialisasinya dengan mengenali bakat dan minat anak. sebagai media penyaluran energi yang berlebihan semisal dengan bermain musik, menari atau lainnya.
  4. seringlah mengajak anak hiperaktif berbicara dan pastikan anak mengerti aturan serta konsekuensi dari tingkah lakunya, berikan sangsi untuk anak yang melanggar dengan merefleksi tindakannya dan berikan pujian bila anak berperilaku baik.
  5. ajarkan anak cara mengatur nafas untuk menenangkan dirinya ketika melihat anak terlalu berenergi, marah, atau frustasi.
  6. sediakan waktu rileks bersama anak, semisal dengan mendengar musik bersama atau dengan memberikan pelukan hangat ke anak dan memijatnya agar anak merasa lebih rileks dan tenang. lakukan ini setelah mandi dan sebelum tidur.
  7. ketika anak merusak sesuatu atau berbuat nakal, tanyakan baik-baik dan perlahan untuk alasan ia melakukannya. untuk mendisiplinkan anak hiperaktif sebaiknya orang tua tidak larut dalam emosi, tidak berbicara kasar dengan suara keras namun perlu di ingat berbicaralah kepadanya dengan nada tenang, dan beri penekanan pada aturan yang disepakati dengan anak dengan suara tegas.

Demikianlah Tips Mengatasi Anak yang Hiperaktif semoga bermanfaat bagi pembaca setia.